Sebenarnya tidak terlalu penting untukku membahas ini. Tapi kadang aku merasa perlu juga sesekali menjelaskan kepada orang-orang di luar sana bahwa kebiasaan ikut campur serta rasa ingin tahu yang berlebihan tentang apa yang terjadi di kehidupan orang lain, tidaklah termasuk dalam perilaku terpuji.

**

Beberapa tahun belakangan aku merasa ini adalah masa-masa terberat dalam hidupku. Meski sebenarnya aku sudah pernah mengalami titik terberat lainnya, namun aku merasa selalu saja ada ujian-ujian baru yang menyapa tanpa mengenal jeda. Sebagai manusia biasa, lelah? Pasti. Tapi apakah aku menyerah? Tidak. Karena aku sangat meyakini bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Karena aku mengimani bahwa Allah mengirimkan ujian bersama jalan penyelesaian. Karena aku mempercayai bahwa Allah memberikan ujian hanya kepada orang-orang yang mampu menghadapinya.

Beberapa orang berpikiran dan menganggap bahwa sampai saat ini aku masih sendiri karena aku terlalu pemilih. Terlalu pemilih yang mereka katakan ini adalah karena mereka menganggap bahwa latar belakang sepertiku tidak berhak terlalu banyak memilih. Mungkin karena aku kurang cantik, berpendidikan rendah, atau karena dari keluarga tidak mampu, dan lain sebagainya.

“Bukan tidak boleh memilih, tapi jangan terlalu pemilih.”

Defenisi terlalu pemilih ini tidak ada tolak ukurnya. Karena seseorang akan mengatakan “iya,” ketika mereka merasa cocok dengan apa yang mereka pilih, dan kecocokan itu akan mengesampingkan semua kriteria, prinsip, tidak lagi melihat dari segi harta, paras wajah, nasab atau bahkan mereka juga tidak peduli pada agama.

Jadi apa bedanya aku dengan mereka? Bukankah mereka juga memilih? Siapa di antara Anda yang menikah bukan karena pilihan Anda? Mungkin ada yang akan menjawab, “aku dijodohkan.” Tapi pada akhirnya bukankah Anda terima? Jika tidak, maka pernikahan itu tidak akan terjadi.

Ayolah, berhenti menyudutkan orang lain. Kita itu sama-sama pemilih. Hanya saja bedanya Allah memperkenankan Anda lebih dulu bertemu dengan pilihan Anda. Jadi berhentilah membuat pernyataan yang Anda sendiri tidak mengerti apa yang Anda bicarakan. Jika Anda tidak memilih, mana mungkin Anda bisa hidup dengan pasangan Anda saat ini.

“Kita hidup berdampingan dengan segala perbedaan yang ada. Satu tujuan namun di atas jalan setapak yang berbeda. Jadi tidak perlu Anda risaukan hidup saya, karena saya tidak akan meminta pertanggung jawaban Anda atas apa yang terjadi dalam hidup saya.”

Written by

Yulia Gumay

Assalamu'alaikum ...

Halo, Saya Yulia.
Mba-mba kantoran yang cinta Traveling. Suka masak, tapi ngga suka makan.

Apa yang saya posting di blog ini merupakan tulisan pribadi saya kecuali jika saya menyebutkan sumber lainnya. Di sini Anda akan menemukan sesuatu yang mungkin penting dan tidak penting. Tapi saya tetap berharap ada manfaat yang Anda dapat meski mungkin keberadaan Anda di sini karena tersesat.

Terima kasih banyak sudah berkunjung. Lain waktu datang lagi yaaa!!! :D