Pernah merasa iri dengan kehidupan orang lain? Atau dalam hati sering ngedumel, “kok hidupnya bahagia terus, ya?” “Kok dia sepertinya tidak pernah punya masalah, ya?” Hei … Manusia mana yang kehidupannya tidak punya masalah? Sebesar apapun persoalan hidupmu, tetap masih ada orang yang masalah hidupnya jauh lebih besar dari itu. Hanya saja perbedaannya, mereka tidak mengumbarnya di Sosial Media.

Atau mungkin pernah terlintas di pikiran kamu, “kok sepertinya Allah tidak adil, ya?” Waaah, kalimat ini sih prasangka yang udah tingkatan bahaya banget. Na’udzubillahimin Dzalik. Mudah-mudahan kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang su’udzon kepada Allah, ya!

Sebelum terlalu jauh berprasangka buruk kepada Allah swt. kembalikan lagi hapalanmu tentang sifat-sifat Allah, yang salah satunya adalah YANG MAHA ADIL. jadi, jika tiga kata YANG MAHA ADIL sudah mutlak tanpa bisa ditawar, maka tidak ada alasan bagimu “mencurigai” ketidakadilan Allah, apapun keadaanmu saat itu. Entah itu kamu sedang dalam keadaan sulit, terlilit hutang, kekurangan makanan, dihinggapi rasa ketakutan, tetap saja ALLAH MAHA ADIL, hanya saja kamu belum percaya.

Mungkin di kehidupan sehari-hari, kita sering temui orang-orang yang setiap waktunya selalu berkeluh kesah. Mulai dari keluarga kita, teman-teman atau bahkan mungkin diri kita sendiri. Ya, sebagai manusia yang sudah ditakdirkan menjadi tempatnya SALAH dan LUPA, tentu kita pun pernah berkeluh kesah atau setidaknya pernah merasa bahwa kehidupan kita tidak pernah lebih baik dari kehidupan orang lain. Sebagai manusia yang dalam dirinya dititipkan sifat khilaf, hal ini tentu lumrah terjadi. Namun jika berkali-kali dan selalu berulang setiap waktu, tentu menjadi tidak wajar dan tidak bisa dikategorikan sebagai kekhilafan.

Membandingkan diri dengan orang lain dalam hal beribadah, adalah sesuatu yang baik. Iri kepada teman ketika ia lebih rajin shalat dhuha, rutin puasa senin-kamis, tidak pernah absen ke pengajian, dalam hal ini bahkan kita dianjurkan untuk merasa “iri” sehingga memacu diri kita untuk meningkatkan ibadah kepada Allah swt.

Namun ketika dalam diri kita terselip perasaan iri atas nikmat orang lain, membandingkan fisik kita dengan teman yang lebih cantik atau ganteng, menghitung banyaknya harta yang dimiliki tetangga, sementara kita yang sudah bekerja keras, siang malam banting tulang tapi rezeki yang diperoleh tetap tidak mampu membuat kita merasa tercukupi.

Apakah kerja keras kita kurang? Tidak. Saat kita mulai membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain, yang kurang dalam diri kita hanyalah “RASA SYUKUR”. Bukankah Allah swt. sudah menjanjikan, “jika kau bersyukur maka rezekimu akan Aku tambah. Tapi jika engkau kufur, maka azab-Ku sangat pedih.” Itu artinya apapun rezeki yang kita peroleh, tugas kita hanya BERSYUKUR, selebihnya biar Allah yang mengatur.

Kadang, saking sibuknya kita menghitung nikmat orang lain, tidak hanya menjadikan diri kita lupa bersyukur, namun juga membuat kita lalai dalam melakukan kewajiban kita. Waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk memperhatikan kehidupan orang lain. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor kenapa kita sulit menemukan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup.

setiap manusia sudah diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada yang sempurna. Allah memberikan kita kesempatan yang sama untuk mendapatkan rahmat-Nya meski dengan cara yang berbeda-beda.

Sampai kapanpun, kamu tetap tidak bisa membandingkan kehidupanmu dengan orang lain. Ibarat Matahari dan Rembulan, bagaimana bisa kita menilai siapa yang lebih baik di antara keduanya, karena mereka punya waktu tersendiri kapan akan bersinar dan tenggelam.

Percayalah bahwa di luaran sana pasti ada orang-orang yang menginginkan hidup seperti yang kamu jalani, sebagaimana kamu pernah memimpikan kehidupan seperti yang mereka lakoni. Jadi apapun keadaannya, tetaplah bersyukur dengan posisi dan keadaan yang sedang menghampiri kita saat ini.

Ketika hatimu mulai gelisah, kembali pada kalimat pasti bahwa :
– ALLAH MAHA ADIL
– TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA
– BERSYUKUR agar REZEKIMU DITAMBAHKAN oleh-NYA

Written by

Yulia Gumay

Assalamu'alaikum ...

Halo, Saya Yulia.
Mba-mba kantoran single (buka promosi) yang cinta Traveling.

Apa yang saya posting di blog ini merupakan tulisan pribadi saya kecuali jika saya menyebutkan sumber lainnya. Di sini Anda akan menemukan sesuatu yang mungkin penting dan tidak penting. Tapi saya tetap berharap ada manfaat yang Anda dapat meski mungkin sebenarnya keberadaan Anda di sini karena tersesat.

Terima kasih banyak sudah berkunjung. Lain waktu datang lagi yaaa!!! :D