Berwisata ke Teluk Kiluan, selain menyaksikan atraksi Lumba-lumba di laut lepas, tentu tujuan lain dari para wisatawan berkunjung ke sini adalah menikmati nyanyian ombak menghempas karang di sebuah pantai yang untuk mencapainya butuh sebuah perjuangan.

Jika kebanyakan pantai yang kita kunjungi selama ini bisa dinikmati hanya dengan berjalan kaki atau terlihat dari jarak yang jauh, namun lain halnya dengan pantai ini yang memaksa kamu harus menaiki puncak setinggi lebih kurang 600 meter terlebih dahulu, lalu menuruni anak-anak tangga, dan setelah itu barulah kamu bisa merasakan nikmatnya bermandi air asin di kolam alam yang terbentuk dari karang-karang di sekitarnya.

Sebelum melihat secara langsung lokasi pantai ini, mungkin kamu akan berpikiran sama dengan apa yang saya pikirkan dulu. Dalam logika sederhana saya, jika kita berkunjung ke pantai tentu tidak akan ada pendakian, karena di mana-mana pantai pasti terletak di tempat terendah dari sebuah lokasi. Namun ternyata saya salah persepsi. Pantai dengan air laut yang warnanya bersaing dengan birunya langit itu, memang adalah sebuah pantai yang terletak di tempat terendah di Teluk Kiluan, namun pantai ini berada di balik bukit yang akses satu-satunya ke pantai ini adalah dengan menaklukkan ketinggian bukit tersebut.

Pantai Laguna Gayau begitu penduduk setempat menyebutnya. Awalnya saya sempat ingin menyerah setelah mengetahui jalur menuju pantai ini mengharuskan adanya pendakian. Namun setelah berpikir sejenak, mengambil keputusan untuk tetap mencoba karena jika tidak, maka kedatangan saya menyeberangi Selat Sunda dari Jakarta ke Lampung ini akan sia-sia.

Meski di tengah jalan saya acap kali berhenti untuk istirahat sejenak, dan teman-teman yang lain sudah jauh meninggalkan saya, namun si pemandu tetap melakukan tugasnya dan berjalan paling akhir untuk memberi semangat dan memastikan kami semua sampai dengan selamat.

Berhasil menaklukkan tanjakan dengan nafas masih terengah-engah, saya langsung dibuat kagum dengan kecantikan hamparan laut biru yang bisa saya nikmati dari ketinggian 600 meter itu.

Beberapa kali saya menjepretkan kamera yang setia bergantung di leher saya untuk mengabadikan lukisan Tuhan tiada tara itu. Tidak lupa pula saya meminta bantuan si pemandu untuk mengambil gambar saya, sebagai bukti bahwa saya pernah menginjakkan kaki ke tempat ini.

Beranjak dari ketinggian 600 meter itu, saya beranjak menuruni satu persatu anak tangga untuk mencapai lokais pantai di mana terdapat kolam alami yang bisa kamu gunakan untuk berenang. Sepanjang menuruni anak tangga, mata saya tidak bisa beranjak dari hamparan biru laut meski sesekali pandangan saya harus terhalang dedaunan yang tumbuh rimbun di tepi jurang. Suara deburan ombak, berpadu dengan siulan burung-burung menciptakan nyanyian alam yang begitu merdu yang mengiringi langkah kaki saya mencapai pantai Laguna.

Sampai di anak tangga terakhir, mata saya semakin leluasa memandang tanpa terhalang apapun. Di samping kanan terdapat sebuah gazebo yang digunakan pengunjung untuk beristirahat seraya melepas pandang jauh ke tengah-tengah lautan. Saya pun tidak mau ketinggalan. Bergegas mengambil tempat seraya meyiapkan kamera untuk memotret lautan yang seolah tanpa tepi itu.

Sesekali saya pun menjepretkan kamera ke arah teman-teman saya yang sudah lebih dulu turun dan memanjakan tubuh mereka di kolam alam yang teduh karena terletak tepat di kaki jurang yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Setelah puas mengabadikan jepret sana-sini, saya pun bergegas menuruni anak tangga menuju kolam untuk bergabung dengan temna-teman yang terlihat sangat menikmati berenang di antara kokohnya batu karang.

Deburan omba-ombak nakal yang sesekali datang seolah menguji kesiapana mental, memang sesekali mengejutkan kami yang sednag asik bercanda sambil bermain air. Bagaimana tidak, ombak setinggi 3-5 meter itu datang lalu mengempas batu karang yang menjadi pembatas kolam dengan lautan lepas.

Written by

Yulia Gumay

Assalamu'alaikum ...

Halo, Saya Yulia.
Mba-mba kantoran single (buka promosi) yang cinta Traveling.

Apa yang saya posting di blog ini merupakan tulisan pribadi saya kecuali jika saya menyebutkan sumber lainnya. Di sini Anda akan menemukan sesuatu yang mungkin penting dan tidak penting. Tapi saya tetap berharap ada manfaat yang Anda dapat meski mungkin sebenarnya keberadaan Anda di sini karena tersesat.

Terima kasih banyak sudah berkunjung. Lain waktu datang lagi yaaa!!! :D