Terlahir dengan karakter melankolis, membuat aku sangat detail dan teliti dalam segala hal. Tidak hanya untuk hal-hal besar seperti impian atau cita-cita, bahkan untuk bepergian ke luar kota selama 2 hari saja aku biasanya sudah packing bahkan 2 minggu sebelumnya, lengkap dengan list perlengkapan yang akan dibawa.

Tidak hanya itu, untuk hal-hal kecil seperti ke pasar sayur saja, aku sudah punya list detil dan perkiraan harga yang akan aku bayar. Jika hal-hal kecil seperti ini saja sangat teroganisir, maka tentu saja sesuatu yang besar sangat aku perhatikan, terutama perencanaan-perencanaan matang untuk kehidupan yang lebih baik nantinya.

Dulu, aku sempat malu menceritakan impian-impianku. Bahkan untuk menuliskan di buku diary saja aku tidak berani. Namun seiring waktu, dari pergaulan dan lingkungan sekitar, aku banyak belajar dari orang-orang sukses yang telah mencapai impian mereka.

Salah satu cara mereka mencapai semua impian-impian itu adalah dengan membuat daftar impian, cita-cita serta apa saja yang ingin mereka capai dalam hidup. Impian jangka pendek, impian jangka menengah, impian jangka panjang.

Aku belajar menuliskan itu semua secara rinci, apa saja yang ingin aku capai. Namun memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk belajar berani menuliskan itu semua, apalagi jika harus menceritakan kepada orang lain.

Ditertawakan, tentu saja. Ada beberapa orang yang meskipun mengaku teman, namun dia tidak menunjukkan support atas apa yg ingin kamu capai. Selalu meremehkan hingga tidak jarang menganggap aku berhalusinasi. Namun dari orang-orang sukses juga aku belajar bahwa mereka yang mentertawakan kamu adalah orang-orang yang tidak berani bermimpi, tidak berani menggapai apa yang mereka inginkan, lalu mereka menarik kamu ke zona nyaman mereka.

Bagiku menuliskan secara detail poin-poin yang ingin dicapai juga merupakan sebuah doa. Dengan adanya daftar rinci juga akan mempermudah kita dalam menggapai apa yg kita inginkan, karena kita sudah tahu langkah-langkah apa saja yang diperlukan agar satu poin bisa kamu ceklis di daftar goal atau impianmu.

Ada beberapa poin impian jangka menengah atau goal 5 tahun ke depan yang sudah aku susun secara terperinci, salah satunya adalah membangun rumah untuk orangtua.

Jika dilihat dari kondisi saat ini, memang tidak mungkin aku bisa membangun rumah untuk orangtua. Status sbagai karyawan swasta, memang bisa dikatakan mustahil bisa terwujud.

Namun satu hal yang tidak pernah aku lupakan adalah, kita punya Tuhan Yang Maha Kaya. Segala sesuatu bisa saja terjadi diluar nalar manusia. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha serta meyakini-Nya.

Poin lain dari goal-ku untuk 5 tahun ke depan adalah menikah. Tentu saja, karena kata “mereka” usia tidak lagi muda, dan sebenarnya ini adalah resolusi yang telah kutulis berkali-kali ditiap tahun berganti. Namun aku tetap percaya bahwa setiap orang telah ditetapkan kapan masanya akan dipertemukan dengan belahan jiwanya.

Memiliki kendaraan pribadi yang bisa dipakai kapan saja tanpa perlu minta izin orang lain atau membayar sewa. Ini juga termasuk impianku dalam jangka 5 tahun ke depan. Kendaraan yang aku maksud di sini adalah mobil.

Umroh. Sebagai muslim, ini tentunya menjadi sebuah perjalanan yang sangat diimpi-impikan. Impian yang satu ini tidak hanya untukku saja, namun aku ingin memba serta kedua orangtua dan kelurga lainnya.

Beberapa impian yang aku tulis di atas, mungkin masih banyak yang mentertawakan, namun sekarang aku sudah tidak peduli, karena aku tahu hanya aku yang bisa mematikan semangatku.

Apapun impianmu, yakinlah pasti terwujud sesuai keyakinan dan parasangkamu kepada Tuhan.

Untuk menggapai itu semua, bukan siapa yang paling kaya, bukan siapa yang paling cantik atau ganteng, bukan pula siapa yang paling cerdas, tapi siapa yang paling bersungguh-sungguh.

Written by

Yulia Gumay

Assalamu'alaikum ...

Halo, Saya Yulia.
Mba-mba kantoran yang cinta Traveling. Suka masak, tapi ngga suka makan.

Apa yang saya posting di blog ini merupakan tulisan pribadi saya kecuali jika saya menyebutkan sumber lainnya. Di sini Anda akan menemukan sesuatu yang mungkin penting dan tidak penting. Tapi saya tetap berharap ada manfaat yang Anda dapat meski mungkin keberadaan Anda di sini karena tersesat.

Terima kasih banyak sudah berkunjung. Lain waktu datang lagi yaaa!!! :D