Ah, ada-ada aja nih tema yang disuguhin admin 30 Hari Menulis Cerita.

Kali ini peserta diminta bercerita tentang Celebrity crush. Bagi yang belum tau apa itu Celebrity crush, kalian boleh searching dulu di google sebelum lanjut membaca tulisan ini.

Jujur, sebelumnya aku pun ngga pernah tau apa itu Celebrity crush. Baru tau ketika mengikuti tantangan 30 Hari Menulis Cerita. Alasannya cukup simple, kenapa aku ngga tau apa itu Celebrity crush, karena penyebutannya memakai Bahasa Inggris.

Setelah kalian searching tentu kalian juga sudah tau donk ya apa itu Celebrity crush? Atau apa mungkin hanya aku aja yang baru tau? Hmmmm. Bisa jadi.

Celebrity crush itu semacam ketertarikan seseorang kepada sosok selebriti yang bertampang menarik atau punya daya tarik khusus. Setidaknya begitu info yang aku dapat dari google. Celebrity crush bisa dirasakan oleh hampir semua orang, dan itu nggak terkecuali juga bagi si selebriti itu sendiri. Karena banyak juga loh selebriti yang mengidolakan selebriti lainnya.

Celebrity crush ini bukan hanya sekedar mengidolakan, namun kadang sudah melampaui batas kewajaran sehingga hal ini bisa dikategorikan semacam HALU atau angan-angan yang terlalu tinggi hingga membayangkan dia bisa menjadikan sang selebriti itu menjadi pasangan hidupnya di dunia nyata. Eiiiitss pernyataan yang aku bold ini hanya berlaku bagi yang berbeda jenis kelamin ya.

Hmmm, “tragis” juga ya.

 

Dulu, pada saat masih berstatus sebagai seorang pelajar, aku pun sempat mengidolakan beberapa artis yang wajahnya sering muncul di layar televisi. Rata-rata ya karena ketampanan sosok artis tersebut, ditambah karena mereka sedang naik daun hingga wajahnya sering wara-wiri di layar televisi dan menjadi idola baru bagi penonton.

Namun pada masa itu, kehaluan terhadap sosok selebriti ngga se “brutal” kehaluan generasi di masa sekarang. Alasannya ya karena aku tinggal di kampung, dan jika berbicara tentang Jakarta, kayaknya ngga mungkin deh aku bisa ketemu sama artis-artis yang ada di televisi itu. Alasan lainnya juga karena akses informasi tentang sosok selebriti terbatas hanya dari apa yang diinfokan oleh program infotainment di televisi. Ngga ada akses lain selain itu.

Nah seiring berkembangnya media sosial, di mana masyarakat bisa mengakses hampir semua informasi tentang sosok selebriti yang mereka idolakan. Video, foto-foto serta akses yang memudahkan seseorang untuk bertemu secara langsung dengan sosok idola mereka, mungkin juga menjadi salah satu alasan kenapa saat sekarang ini sangat banyak kita temui orang-orang yang mengidolakan sosok selebriti dan dengan terang-terangan menunjukkan itu semua di media sosial, hingga rela melakukan sesuatu di luar batas kewajaran.

Ketika masih dalam rentang usia pelajar atau mahasiswa, menurut aku ya wajar-wajar saja mereka masih halu terhadap sosok selebriti yang menjadi idola mereka, karena pada usia itu mereka belum memikirkan tahap kehidupan selanjutnya. Masih main-main. Semua kebutuhan disubsidi orangtua. Ngga ada tanggungan, dan seandainya pun mereka sudah memikirkan sebuah pernikahan yang mereka angan-angankan dengan si selebriti yang mereka idolakan itu, namun pernikahan yang ada di benak mereka hanyalah sebuah konsep pernikahan yang tidak berlandaskan pada kehidupan berumah tangga yang sebenarnya.

Mereka hanya berpatokan pada film-film, drama atau sinetron yang dibintangi oleh artis yang mereka angankan untuk menjadi pasangan hidup mereka. Dalam pernikahan yang mereka bayangkan itu, ngga ada permasalahan rumah tangga, ngga ada kesulitan finansial, ngga ada orang ketiga, ngga ada campur tangan mertua, yang ada di pikiran mereka hanyalah keromantisan sepanjang waktu, bebas bepergian ke mana saja, serta pasangan yang setia dan sangat mencintai mereka.

Meski saat ini akses untuk bertemu sosok selebriti semakin gampang, informasi tentang mereka juga semuanya ada dalam genggaman (Handphone), namun aku sama sekali tidak lagi memiliki sosok artis yang termasuk  dalam kategori Celebrity crush. Ini semua juga bukan tanpa alasan, karena seiring dengan perkembangan media sosial,  tentu usiaku juga semakin bertambah, tidak lagi seperti saat menjadi pelajar beberapa tahun yang lalu. Dengan bertambahnya usia, kegilaanku terhadap sosok selebriti secara otomatis menjadi berkurang. Ini semua sama sekali ngga dibuat-buat. Bertambahnya usia menjadikanku mulai berpikir realistis dan merasa ngga ada waktu lagi untuk halu. Saatnya menemukan sosok nyata yang bukan hanya sekedar berada dalam angan.

Seiring bertambahnya usia, tentu saja seseorang akan menjadi semakin dewasa, pemikiran semakin terbuka, pengalaman hidup bertambah banyak, dan dengan sendirinya alur pemikiran perlahan juga akan berubah. Mulai memikirkan pernikahan yang sebenarnya. Jika pada saat usia belasan hanya tertarik kepada laki-laki tampan, namun setelah memasuki usia puluhan, mereka akan lebih tergoda dengan pria mapan.

Written by

Yulia Gumay

Assalamu'alaikum ...

Halo, Saya Yulia.
Mba-mba kantoran yang cinta Traveling. Suka masak, tapi ngga suka makan.

Apa yang saya posting di blog ini merupakan tulisan pribadi saya kecuali jika saya menyebutkan sumber lainnya. Di sini Anda akan menemukan sesuatu yang mungkin penting dan tidak penting. Tapi saya tetap berharap ada manfaat yang Anda dapat meski mungkin keberadaan Anda di sini karena tersesat.

Terima kasih banyak sudah berkunjung. Lain waktu datang lagi yaaa!!! :D